PERBANDINGAN UNJUK KERJA BEBERAPA MODEL AC-DC BOOST CONVERTER SATU PHASA PADA RANGKAIAN PENYEARAH JEMBATAN BERBEBAN RESISTIF

Amirullah, Amirullah (2010) PERBANDINGAN UNJUK KERJA BEBERAPA MODEL AC-DC BOOST CONVERTER SATU PHASA PADA RANGKAIAN PENYEARAH JEMBATAN BERBEBAN RESISTIF. In: Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya (SENTIA) 2010, 11-12 Maret 2010, Politeknik Negeri Malang.

[img] Text
[29] Proseding Lengkap SENTIA 2010_Perbandingan.pdf

Download (16MB)
[img] Text
Ithenticate PERBANDINGAN_UNJUK_KERJA_BEBERAPA_MODEL_AC_DC_BOOS.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah membandingkan unjuk kerja tiga model rangkaian ac-dc boost converter pada rangkaian penyearah jembatan berbeban resistif. Tga model rangkaian adalah ac-dc boost converter, half bridge converter, dan voltage source converter (VSC). Setiap rangkaian dimodelkan secara matematis dengan teknik kendali arus menggunakan pulse width modulation (PWM). Manfaat penelitian adalah memberikan kontribusi mengenai model rangkaian ac-dc boost converter satu phasa yang mampu menghasilkan unjuk kerja terbaik. Parameternya adalah; nilai perbaikan faktor daya, THD arus sumber, dan efisiensi jumlah peralatan semikonduktor sebelum dan sesudah dipasang rangkaian ac-dc boost converter satu phasa. Hasil penelitian adalah; (I) Pada perhitungan sampai dengan harmonisa ke-I] diperoleh bahwa model rangkaian boost converter satu phasa menghasilkan THD arus input 0%. Nilai THD arus input hingga hannonisa ganjil ke-11 pada model half bridge converter dan VSC converter masih relatif tinggi yaitu 44,306% dan 71,653%. Standar batas THD arus input sampai dengan deret harmonisa tersebut nilainya antara 4% sampai dengan 15%. Dengan demikian di antara tiga jenis rangkaian, model rangkaian boost converter satu phasa sudah memenuhi persyaratan batas THD arus input sesuai Standar IEEE 519; (2) Model rangkaian boost converter menghasilkan faktor daya paling besar (pf= I) dan menghasilkan harmonisa arus input paling kecil (THD = 0%). Sedangkan faktor daya paling kecil (pf= 0, 779) dan harmonisa arus input paling besar (THD = 71,653%) dihasilkan rangkaian VSC converter; (3) Penggunaan model rangkaian penyearah jembatan menghasilkan faktor daya input rendah (0,442). Sedangkan penggunaan rangkaian boost converter satu phasa mampu menaikkan nilai faktor day input menjadi 1,0. Dengan demikian penggunaan rangkaian ac-dc boost converter mampu memperbaiki faktor daya sistem. Penelitian menggunakan rangkaian simulasi dengan perangkat lunak Power Simulator (PSim) versi 4.1.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: AC-DC Boost Converter, Half Converter, Voltage Source Converter, Total Harmonic Distortion, Power Factor Correction, Pulse Width Modulation, Standar IEEE 519
Subjects: Technology
Divisions: Faculty of Engineering > Bachelor of Civil Engineering
Depositing User: Perpus Ubhara Surabaya
Date Deposited: 18 Oct 2022 05:26
Last Modified: 24 Oct 2022 04:13
URI: http://eprints.ubhara.ac.id/id/eprint/1445

Actions (login required)

View Item View Item